Catatan

Rabu, 28 Oktober 2015

Tugas Sejarah tentang Kerajaan Kediri kelas X



1.PENDAHULUAN

 A.Latar belakang
  
  Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa, saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan pindah ke Daha.
   Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.
   Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha. Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala.
    Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178).
Nama "Kediri" atau "Kadiri" sendiri berasal dari kata Khadri yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pohon pacé atau mengkudu (Morinda citrifolia). Batang kaulit kayu pohon ini menghasilkan zat perwarna ungu kecokelatan yang digunakan dalam pembuatan batik, sementara buahnya dipercaya memiliki khasiat pengobatan tradisional.

B.RUMUSAN MASALAH
  Bagaimana sejarah kerajaan Kediri?

C.TUJUAN
  Mengetahui perkembangan kerajaan Kediri mulai dari asal-usulnya,kondisi geografisnya,kondisi ekonomi,kehidupan sosial budayanya.

KERAJAAN KEDIRI

A.Sumber Sejarah

  Sumber sejarah Kerajaan Kediri :
  1.Prasasti
Beberapa prasasti yang menceritakan tentang kerajaan Kediri yaitu:
a.Prasasti Keting (1104)
b.Prasasti Padlegan (1117)
c.Prasasti Panumbangan (1120)
d.Prasasti Ngantang (1135)
      Yang memuat tulisan "Panjalu Jayarti" yang artinya Panjalu menang
e.Prasasti Talan (1136)
f.Prasasti Desa Jepun (1144)
g.Prasasti Wurara (1289)
  Yang menceritakan tentang pembagian kerajaan Mataram menjadi   
  dua pada masa Raja Airlangga.Yang membagi adalah Mpu Bharada     
  dengan pembatas Sungai Brantas.
  2.Berita China
Yaitu didalam kitab Ling-wai-tai-ta (1178) ditulis oleh Chou ku-fei 
yang menerangkan bahwa orang-orang Kediri memakai kain sampai
lutut,rambutnya diurai,rumah-rumah telah teratur bersih
. 
B.Pemerintahan Kediri

   Kerajaan Kediri abad XI-XIII Masehi merupakan salah satu kerajaan besar yang terletak di Kediri Jawa Timur yang berdiri pada abad XI Masehi.
Kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang Kamulan yang didirikan oleh Mpu Sindok dari Dinasti Isyana.Pada akhir kekuasaan Raja Airlangga wilayah kerajaan Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu Jenggala dan Panjalu.Pembagian wilayah tersebut dilakukan oleh Mpu Bharada,seorang Brahmana yang terkenal karena kebijaksanaanya dan kesaktiannya.

     Mpu Bharada menentukan batas wilayah kerajaan Jenggala dan Panjalu,yaitu Gunung Kawi dan Sungai Brantas.Daerah kekuasaan kerajaan Jenggala meliputi Malang dan Delta kota di Kahuripan.Daerah kekuasaan Panjalu yang kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri dan Madiun.Kerajaan Kediri beribu kota di Daha.Airlangga memberikan Jenggala kepada Mapanji Garasakan dan Panjalu diberikan kepada Samarawijaya.Pembagian kerajaan tersebut bertujuan agar tidak terjadi perselisihan diantara anak-anak selirnya.Sepeninggal Raja Airlangga kedua kerajaan tersebut tetap berselisih.Dalam perselisihan tersebut kerajaan kediri berhasil mengalahkan kerajaan Jenggala dan tampil sebagai kerajaan terbesar di Jawa Timur.
Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Kediri yaitu:
1.Samarawijaya (1041)
2.Jaya Warsa yang berhasil menyatukan Jenggala dan Panjalu dengan nama Kediri.
3.Sri bameswara/Sri Prameswara (116-1134)
4.Jaya Baya (1135-1157)
5.Sarweswara (1159-1169)
6.Sri Aryeswara (1969-1181)
7.Sri Gandra (1181-1182)
8.Kameswara (1182-1185)
9.Kertajaya (1190-1220)

C.Kondisi Geografis

  Pada masa Kediri Sungai Brantas sudah menjadi jalur pelayaran yang ramai.Sungai Brantas adalah sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo.Sungai ini mengalir sepanjang 320 km melingkari sebuah gunungn api yang masih aktif,yaitu gunung Kelud.Sungai Brantas berhulu dimata air desa Sumber Brantas yang berada dilereng Gunung Arjuno.Aliran Sungai Brantas melalui wilayah Malang,Blitar,Tulungagung,Kediri,Jombang,dan Mojokerto.Dikabupaten Mojokerto Sungai ini bercabang menjadi dua,yaitu Kali Mas yang mengalir kearah Surabaya dan Kali Porong yang mengalir kearah Porong,kabupaten Sidoarjo.
  Adanya beberapa gunung api yang aktif dibagian hulu sungai seperti gunung Kelud dan gunung Semeru menyebabkan banyak material vulkanik yang mengalir ke Sungai Brantas.Material vulkanik tersebut meningkatkan kesuburan tanah dialiran sungai.Kesuburan tanah menjadi modal besar bagi kerajaan Kediri untuk mengembangkan kebudayaannya.

D.Kehidupan Ekonomi
 
  Perekonomian Kediri bersumber pada kegiatan pertanian dan perdagangan.Pertanian menghasilkan banyak beras dan menjadikannya sebagai komoditas  perdagangan utama.Sektor perdagangan Kediri dikembangkan melalui jalur pelayaran Sungai Brantas.Selain beras,barang-barang yang diperdagangkan di Kediri antara lain emas,perak,kayu cendana,rempah-rempah,dan pinang.Para pedagang Kediri membawa rempah-rempah kesejumlah bandar di Indonesia bagian barat,yaitu Sriwijaya dan Ligor.Selanjutnya,rempah-rempah dibawa ke India,Teluk Persia,dan Laut Merah.
Komoditas ini kemudian diangkut oleh kapal-kapal Venesia menuju Eropa.Melalui Kediri wilayah Maluku mulai dikenal dalam lalulintas perdagangan dunia.

E.Kehidupan Agama
   Masyarakat kediri sangat religius.Mereka hidup berdasarkan ajaran agama Hindu Syiwa.Hal ini terlihat dari berbagai peniunggalan arkeologi yang ditemukan diwilayah Kediri.Peninggalan tersebut berupa arca-arca di candi Gurah dan candi Tondowongso.
Para penganut agama Hindun Syiwa menyembah Dewa Syiwadipercaya dapat menjelma menjadi Syiwa Maghadewa(Maheswara),Dewa Maha Guru,dan Makala.Salah satu bentuk pemujaan Syiwa yang dilakukan oleh para pendeta adalah dengan mengucapkan mantra yang disebut mantra Catur Dasa Syiwa atau 14 wujud Syiwa.

F.Kehidupan Sosial Budaya

  Berdasarkan kedudukannya dalam pemerintahan,masyarakat Kediri dibedakan menjadi 3 golongan yaitu:
1.Golongan masyarakat pusat (kerajaan),yaitu masyarakat yang terdapat dalam  
  lingkungan raja dan beberapa kaum kerabatnya serta kelompok pelayannya.
2.Golongan masyarakat thani (daerah) ,yaiti golongan masyarakat yang terdiri atas para 
  pejabat atau petugas pemerintahan diwilayah thani (daerah)
3.Golongan masyarakat non pemerintah,yaitu golongan masyarakat yang tidak 
  mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintahan secara resmi.
Pada masa pemerintahan Jayabaya (1135-1157) Kitab Bharatayudha berhasil digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panulu.Mpu Panulu menulis kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya.Pada pemerintahan Kameswara(1182-1195) muncul kitab Smaradhahana yang ditulis oleh Mpu Dharmaja serta Kitab Lubhaka dan Wertasanacaya yang ditulis oleh Mpu Tanapung.Pada masa pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Kitab Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kitab Kresnayana.

2.PENUTUP

  a.Kesimpulan
Kerajaan Kediri adalah kerajaan terbesar di wilayah jawa timur pada abad ke-XI M
Dimana kerajaan ini merupakan kelanjutan dari kerajaan Medang kamulan yang di dirikan oleh Mpu Sindok dari Dinasti Isyana.Kerajaan kediri mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya(1135-1157),yang pada saat itu daerah kekuasaannya meliputi seluruh bekas wilayah kerajaan Medang Kamulan.

 b.Saran
            Setelah kita mempelajarinya kita diharapkan dapat mengetahui sejarah kerajaan-kerajan yang ada di Indonesia yang salah satunya yaitu Kerajaan Kediri.

3.DAFTAR PUSTAKA

Djaja,Wahjudi.2014. Sejarah indonesia, Klaten : Intan Pariwara
Suparjo.2011. Ilmu pengetahuan sosial. Purwokerto: MGMP IPS Kabupaten Banyumas  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar